SEO

27/02/2018

[Teknik SEO] Mengenal Search Engine

Mengenal Search Engine – Belajar SEO tanpa mengenal search engine sama seperti belajar nyetir mobil tanpa tahu jenis kendaraan yang akan di setir. Lumayan fatal akibatnya. Sebaiknya jangan abaikan pengetahuan dasar sebelum mendalami ilmunya. Termasuk dalam hal belajar SEO.

Sebagian besar poin yang saya tuliskan disini nantinya adalah hal-hal yang saya pelajari dari beberapa referensi bacaan. Rujukan utama saya adalah buku karya I Putu Agus Eka Pratama yang berjudul ‘E-Commerce, E-Business dan Mobile Commerce Berbasiskan Open Source.

Buku ini diterbitkan tahun 2015 yang mengupas soal e-commerce, e-business dan mobile commerce. Termasuk di dalamnya di bahas tentang search engine optimization (SEO) yang merupakan ilmu mahal bagi pegiat web atau blog di dunia maya.

Saat ini SEO menjadi salah satu ilmu yang paling di buru oleh para bloger dan web developer. Tujuannya adalah untuk meningkatkan performance blog atau web yang di buat agar lebih efektif menjangkau para pembaca di internet.

Apakah ini berarti SEO merupakan ilmu yang wajib dipelajari oleh pegiat web dan blog? Mungkin saat ini bisa dibilang bukan merupakan kewajiban untuk mempelajari SEO. Karena ilmu SEO hanya merupakan salah satu tambahan ilmu agar pemilik web atau blog dapat memperbaiki kualitas web atau blognya. Tapi bagi sebagian besar perusahaan bisnis e-commerce mungkin saja SEO adalah ilmu wajib yang harus dikuasai staf bagian programer webnya.

Artinya masih ada ilmu-ilmu lain yang bisa dipelajari untuk menunjang kegiatan blogging atau web developing. Prinsipnya tergantung kebutuhannya apa. Jika tujuannya untuk membangun web e-commerce atau bisnis, mungkin ilmu SEO ini adalah salah satu ilmu yang kudu dikuasai. Karena bisa jadi modal berharga untuk bersaing dengan website atau blog sejenis di halaman mesin pencari.

Mengapa harus bersaing di mesin pencari?
Karena di era internet seperti saat ini, orang akan lebih banyak bertanya pada mesin pencari ketimbang pada Mbah Dukun. Karena isi kepala mesin pencari terbukti lebih pintar ketimbang Mbah Dukun yang hanya bisa meramal jodoh dan pekerjaan saja. Kalau Mbah Dukun hanya mampu menasehati, “kamu tidak cocok bekerja di air.” maka mesin pencari bisa dengan gamblang memberimu alamat perusahaan yang menawarkan lowongan kerja atau berbagai peluang sumber penghasilan.

Nah, ampuh mana? Mbah Dukun atau Mbah Google?

“Kalau soal ilmu pelet dan santet mah, jelas ampuh Mbah Dukun, Boz.”

“Ya kalau ente mau melet atau nyantet, jangan ke Mbah Google lah. Salah alamat, Gan.”

Tapi sayangnya kali ini kita nggak membahas perihal ilmu santet atau peletnya Mbah Dukun, kita mau ngomongin tentang SEO. Fokusnya tentang pengenalan terhadap search engine atau mesin pencari.

Secara umum search engine atau mesin pencari didefinisikan sebagai sebuah perangkat lunak komputer yang digunakan untuk mencari informasi yang ada dalam databased internet (Pratama Eka, 2015).

Ada dua poin penting disini, yaitu perangkat lunak komputer dan databased informasi di internet. Dari dua poin penting ini bisa saya simpulkan bahwa ada tiga peran yang berhubungan dengan kegiatan yang melibatkan search engine. Yaitu penyedia perangkat lunak, pengguna atau pencari informasi, dan penyedia informasi atau penyumbang informasi di databased internet.

Peran seorang bloger tentu ada di penyedia informasi atau penyumbang informasi. Menulis kemudian mempublish tulisan di blog. Secara otomatis tulisan ini akan masuk ke databased internet.

Namun, bagi sebagian bloger peran mereka tidak sesederhana itu. Ada semacam tingkat kemahiran seorang bloger dalam hal teknis bloging. Dimana kemahiran tersebut tidak hanya cukup di ukur dari kuantitas penulisan artikel di blog. Melainkan ada ilmu-ilmu lain yang membuat seorang bloger bisa di bilang master. Dan tentu saja ini pencapaian yang keren.

Ada master bloger dalam bidang penulisan konten semacam copywriting, ada bloger ahli koding, ada juga bloger ahli SEO. Nah, inilah mengapa kemudian bagi sebagian kelompok bloger ada yang begitu serius mempelajari bidang keahlian tertentu. Seperti copywriting, koding, SEO, dan lain sebagainya. Sebelum mendalami teknik-teknik SEO ada baiknya mengenal search engine sebagai obyek yang akan kita pelajari.

Nah, sekarang mari kita coba ulas mengenai sistem kerja search engine atau mesin pencari. Saya akan coba menjabarkan seperti apa yang saya pelajari dari buku E-Commerce, E-Business dan Mobole Commerce karya Mas Eka Pratama.

Ada 4 komponen penting dalam mekanisme kerja search engine, yaitu:
– Keyword;
– Search engine data based;
– Perangkat lunak/ aplikasi search engine; dan
– Bot/ web crawler atau web spider.

Ilustrasinya begini:
Bloger, web developer, atau pelaku lainnya membuat informasi di internet. Baik berupa text, gambar, video, maupun software. Semua informasi ini di simpan oleh search engine data based. Masing-masing diberi label dengan kata kunci yang spesifik. Yang entah bagaimana caranya, tujuannya untuk memudahkan mesin perayap untuk menemukan informasi tersebut. Hhuuuhffftt…. #kenapa bahasanya jadi berat kek gini?

Entah di permukaan bumi yang mana, ada seseorang dengan galau duduk khusuk di depan komputer. Dalam bilik warnet yang begitu nyaman, dengan temaram lampu LEDnya. Dada berdebar liar, si galau berambut belah tengah itu melirik layar komputer berlabel GOOGLE. Sekejap kemudian bola matanya bergerak ke kanan, ke kiri dan ke atas. Berselingan. Lubang telinganya seratus kali lebih peka terhadap ketukan alas kaki pada lantai. Dia hanya ingin sendirian.

Jemarinya merambat pelan di atas deretan abjad petak-petak keyboard. Pelan dia tekan, menorehkan deretan isi kepala yang selama ini membuatnya galau. Gerak jemarinya akhirnya memilih, ‘CARA AMAN MENYEMBUNYIKAN SELINGKUHAN’ sebagai deretan tugas bagi Mbah Google.

“Enter,” si rambut belah tengah mengirimkan keyword ke search engine.
Sepatuh malaikat, web crawler bergerak cepat menembus belantara data. Sendiko dawuh, mencari informasi dalam data based yang berlabel, ‘CARA AMAN MENYEMBUNYIKAN SELINGKUHAN’ sebagai kata kuncinya.
Apapun keyword yang di minta penduduk jagat maya, tentu web crawler akan selalu ringan tangan mencarikan. Meskipun seringkali banyak permintaan nakal yang semestinya tidak dilakukan.

Selang beberapa detik (jika jaringan internet lancar) kemudian, web crawler mengirimkan informasi beberapa judul beserta link menuju direktori data sesuai dengan keyword pencarian yang di minta.

Judul dan link ini kemudian tampil di halaman search engine sebagai hasil pencarian si lelaki galau berpotongan rambut belah tengah. Maka selanjutnya giliran dia memilih link blog atau web yang menyajikan informasi sesuai yang diinginkan.

Dan sekarang, mungkin lelaki galau berambut belah tengah ini telah berduplikasi, menggandakan diri menjadi beberapa ekor. Bahkan dari hasil pencarian informasi yang pernah dilakukannya itu dia kini telah memiliki 9 rumah dengan 9 wanita berbeda yang setia menunggu. Parahnya lagi saat ini lelaki ini telah menjadi pakar sekaligus mentor online bagi ribuan lelaki galau lainnya.

Hehe, itu hanya ilustrasi lho ya?

Pada intinya cara kerja search engine melibatkan databased informasi, keyword, serta web crawler atau web spider sebagai perayap informasi.

Semoga penjelasan saya di atas bisa membuat kawan-kawan semakin mudah mengenal search engine bukan malah tergoda menjadi lelaki galau. Haha….

Jika masih ada yang perlu didiskusikan terkait bahasan di atas, silakan hubungi saya. Bisa melalui kolom komentar di bawah, chat room, email atau melalui melalui akun media sosial saya. Jangan sungkan. Saya bukan pengikut motivator berambut belah tengah itu, kok.

Salam bloger kreatif.

Baca Juga:

Facebook Comments

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Chat Whith Me
%d bloggers like this: