Select Page

Struktur Artikel Padat Yang Mengesankan Untuk Konten Blog – Semakin mendalami cara penulisan konten blog yang berkualitas, semakin pusing kepala karena banyaknya aturan penulisan. Mulai dari pemilihan kata kunci, pemilihan judul, kalimat pembuka, jumlah kata, penerapan SEO dan aturan lainnya. Memang aturan tersebut bisa meningkatkan bobot suatu artikel blog. Namun, banyak penulis yang akhirnya tidak leluasa mengembangkan kreatifitasnya.

Sumber gambar: solusik.com

Maka dari itu saya mencoba menerapkan formula struktur artikel padat yang tidak terikat banyak aturan, tapi tetap mengesankan untuk dibaca. Tujuan utamanya adalah agar penulis tidak kehilangan kebebasan dalam berkreatifitas mengembangkan ide menulisnya.

Formula ini saya dapatkan dari pengamatan terhadap beberapa teknik menulis copywriting. Tentu saja ke depan formula ini masih sangat bisa untuk dikembangkan dan disempurnakan. Bahkan siapapun bisa memodifikasinya sesuai kenyamanan dalam menulis artikel.

Formulanya adalah MASALAH, RESOLUSI/ LANGKAH PENYELESAIAN, dan HIKMAH. Minimal satu artikel terdiri dari 3 paragraf yang masing-masing paeagraf berisi formula tersebut. Plot formulanya bisa seperti ini:

Paragraf 1: uraian MASALAH.
Paragraf 2: uraian RESOLUSI/ LANGKAH PENYELESAIAN.
Paragraf 3: uraian PESAN/ HIKMAH dari permasalahan yang dijabarkan.

Bagaimana jika mau menulis lebih dari 3 paragraf? Sangat bisa. Pengembangan bisa dilakukan untuk masing-masing paragraf. Namun, usahakan proporsi pembagian jumlah katanya 25% : 50% : 25%. Yaitu 25% untuk penjabaran masalah, 50% penjabaran resolusi, dan 25% penjabaran pesan/ hikmah dari masalah.

Mengapa demikian? Karena jika proporsi penulisannya lebih banyak dalan penjabaran masalah atau hikmah, kemungkinan tulisan akan sangat membosankan. Karena kualitas tulisan utamanya terletak pada seberapa detail kita menawarkan gagasan penyelesaian atas permasalahan yang kita angkat. Masalah bisa kita temukan dengan mudah di sekitar kita, tapi gagasan penyelesaian kita rumuskan dari hasil telaah referensi yang kita pelajari. Mungkin saja beberapa penulis pernah menyajikan jenis masalah yang sama pada tulisan mereka, tapi uraian gagasan pastinya berbeda. Tergantung referensi apa yang menjadi landasan mereka mengungkapkan ide gagasannya.

Orang bisa dengan mudah mengcopy paste tulisan orang lain, tapi tidak dengan gagasan yang dimiliki orang lain. Disitulah letak kekayaan intelektual yang harus dihargai.

Nah, mari kita coba simulasikan formula tersebut dengan latihan menulis satu artikel padat. Anggap saja saya mau menuliskan artikel tentang sebuah produk teknologi di blog. Outputnya adalah saya ingin orang tahu manfaat dari sebuah produk tersebut.

Paragraf 1 (MASALAH)

Dari hasil sebuah penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tidak suka mengantri lama. Mereka menganggap mengantri hanya membuang-buang waktu yang seharusnya bisa mereka gunakan untuk beraktivitas yang lebih bermanfaat. Mereka menginginkan ada perbaikan sistem pelayanan publik yang lebih efisien dan mampu memberikan kepuasan pelanggan. Terutama terkait pelayanan perbankan, administrasi desa, dan pelayanan surat menyurat lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Paragraf 2 (RESOLUSI/ LANGKAH PENYELESAIAN)

Saat ini pemerintah sedang running menerapkan konsep Smart City untuk meningkatkan mutu pelayanan publik. Sebuah konsep yang memanfaatkan teknologi untuk mengelola sebuah kota yang meliputi semua aspek, baik dari aspek administrasi kemasyarakatan, pendidikan, hingga aspek perbankan yang terintegrasi dalam satu pusat pengelolaan. Saat ini tercatat ada 2 kota yang menerapkan konsep smart city, yaitu Jakarta dan Bandung. Tentunya untuk menerapkan konsep ini memerlukan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemangku kebijakan hingga pelaksana teknis di lapangan.

Paragraf 3 (PESAN/ HIKMAH)

Masyarakat cukup mengakses melalui jaringan internet yang ada di handphone atau komputer masing-masing. Memilih menu pada aplikasi online yang terhubung dengan databased pemerintah kota setempat, lalu melakukan proses entri data administrasi atau transaksi. Selain kecepatan layanan, efisiensi waktu juga menjadi keuntungan dari penerapan konsep ini. Pemerintah akan lebih mudah mudah melakukan monitoring data dan layanan kepada masyarat, sedangkan masyarakat dapat mengurangi risiko antri lama ketika mengurus administrasi atau transaksi perbankan. Konsep smart city akan bisa memberikan manfaat optimal jika semua pihak berperan aktif untuk mewujudkannya.
Nah, dari simulasi artikel di atas kita bisa melihat tema utamanya adalah produk teknologi berupa smart city. Di paragraf awal dijabarkan masalah utama yang menjadi fokus bahasan. Lalu dilanjutkan dengan menjabarkan resolusi pada paragraf kedua, dan diakhiri dengan pesan pada paragraf ke 3. Tentu saja masing-masing paragraf di atas masih bisa dikembangkan lebih detail lagi. Namun, untuk di publish di blog saya rasa tiga paragraf sudah cukup, daripada lebih dari 1000 kata tapi hanya update blog sebulan sekali.

Semoga bermanfaat, dan selamat mencoba.

Salam bloger kreatif.

Chat Whith Me
%d bloggers like this: