Select Page

Kualitas Blog Dinilai dari Beberapa Komponen Ini – Ada seorang teman bloger yang merasa kewalahan mengelola satu blog. Merasa kewalahan untuk merutinkan update post setiap minggunya. Apalagi untuk bisa publish artikel setiap hari. Namun, beberapa teman bloger lainnya mengaku memiliki lebih dari 50 blog. Dia kelola sendiri dan merasa tidak kesulitan ketika harus posting satu artikel setiap hari. Kira-kira kalau kita bandingkan kualitas blog mereka, punya siapa yang lebih bagus?

Ketika kita hendak menilai sesuatu itu baik atau tidak, berkualitas atau tidak, tentunya harus ada ukurannya. Sebuah acuan standar yang dipakai sebagai tolok ukur untuk dijadikan dasar argumen penilaian. Tentu harus dicari dulu dan disepakati mau pakai acuan yang mana. Kalau acuan standar ini tidak disepakati di awal, pasti masing-masing penilai akan mengukur berdasarkan standar mereka sendiri. Hal ini nantinya bisa menimbulkan perdebatan.

Nah, untuk lebih mudahnya dalam menilai kualitas sebuah blog, kita bisa menggunakan beberapa aspek berikut untuk mengukur. Apa saja?

Pertama, Konten Blog yang Menarik dan Unik

Konten blog di sini tidak hanya sebatas artikel yang kita post, tapi komprehensif. Pertama bisa dilihat dari niche blog tersebut. Sama enggak dengan kebanyak blog yang lain? Kalau ada kesamaan, kira-kira poin mana yang menjadi pembeda dan dikuatkan sebagai ciri khas blog tersebut. Menurut saya, yang membuat sebuah blog menjadi unik itu ketika mampu menunjukkan branding pemiliknya. Hehe… Kita boleh beda pandangan soal ini.

Komponen konten blog selanjutnya adalah komposisi materi yang disajikan. Ada text, gambar, video, dan audio yang bisa dipakai sebagai pengaya konten sebuah blog. Tentu saja hal ini dipertimbangkan berdasarkan selera pengunjung blog dan niche blog tersebut. Bisa jadi banyak pengunjung yang suka dengan konten gambar (fotografi), ada juga yang butuh data statistik angka-angka, ada pula yang suka melihat media video atau audio visual.

Jika niche blog yang kita bangun adalah tentang tutorial, tentu konten yang berupa video atau audio visual lebih diminati ketimbang teks artikel. Sebaliknya, kalau nichenya tentang jurnal penelitian atau kumpulan karya fiksi, tentu konten teks lebih pas. Jadi pilihan komposisi konten ini bisa mempengaruhi kualitas blog.

Kedua, Desain Tampilan

Desain tampilan ini penting. Pemilihan template, warna, tata letak konten, komposisi iklan, dan lain sebagainya. Semakin baik tampilan yang disajikan, semakin betah pengunjung berselancar di blog kita.
Pemilihan template misalnya, saat ini banyak sekali pengguna internet yang mengakses melalui handphone. Sehingga fitur template yang responsif dan bisa menyesuaikan antara tampilan desktop dan mobile sangat dibutuhkan. Hal ini berkaitan dengan kenyamanan pengunjung dalam hal pengalaman berselanjar di blog kita. Bayangkan saja jika template blog kita tidak responsif, ketika dibuka di handphone tampilannya tidak berubah atau masih sama seperti tampilan desktop. Tentu tulisan di blog menjadi kecil dan tidak terbaca. Karena ada perbedaan ukuran layar antara tampilan dekstop dengan handphone.

Pemilihan warna juga mempengaruhi kenyamanan pengunjung. Kadang ada pengunjung yang kurang nyaman dengan warna gelap, tapi ada juga yang tidak nyaman dengan warna yang terlalu terang. Sebisa mungkin pemilihan warna ini disesuaikan dengan tema blognya. Untuk trend saat ini, warna-warna pastel lebih disukai orang-orang.

Selanjutnya terkait komposisi iklan. Komposisi iklan sering kali bisa membuat pengunjung buru-buru pergi dari blog kita. Misalnya saja ketika mereka menjumpai konten iklan yang dinilai kurang sopan. Atau ketika proporsi iklan di blog lebih banyak dibandingkan dengan kontennya. “Ini blog apa toko kelontong? Isinya jualan semua. Produknya bukan milik sendiri pula.

Ketiga, Performa Blog

Nah, ini yang berat. Banyak bloger pemula yang kurang perhatian terhadap performa blog. Biasanya mereka lebih fokus mengisi konten blog dengan tulisan dan jarang memikirkan bagaimana cara untuk meningkatkan performa blog. Hal ini sangat wajar karena bloger pemula bisa jadi belum banyak tahu tentang cara meningkatkan performa blog.
Salah satu yang menjadi kunci untuk meningkatkan performa blog adalah SEO. Biasa disebut juga dengan istilah optimasi mesin pencari. Memang SEO tidak mutlak harus diterapka pada sebuah blog, tapi tentu performa blog akan lebih maksimal jika menerapkan teknik SEO di dalamnya.
Dari pada tambah pusing, sementara abaikan dulu memikirkan tentang SEO ini. Kalau ada kesempatan, akan kami bahas pada postingan berikutnya. Sekarang kita fokus saja pada bahasan tentang komponen yang mempengaruhi kualitas sebuah blog.

Mengenai performa, tentu tujuan akhirnya adalah jumlah traffik blog kita. Karena traffik adalah harta karun sebuah blog. Dari data traffik inilah kita bisa jualan dan mendapatkan penghasilan. Iya, faktanya orang hanya mau beriklan dan berani bayar mahal untuk pasang iklan di blog yang banyak dikunjungi.
Biar mudah menangkap fakta ini, kita bisa melihat trend beriklan di media sosil saat ini. Bukankah akun media sosial yang banyak followernya yang dilirik perusahaan untuk mengendorse produknya? Mereka berani bayar mahal, kan? Nah.

Itulah tiga komponen yang bisa kita pakai untuk menilai kualitas sebuah blog. Tentu masih banyak komponen lain yang menjadi tolok ukur kualitas sebuah blog. Kita bebas mau pakai yang mana. Yang jelas sebelum mulai menilai kualitas, tentukan dulu tolok ukur mana yang akan kita pakai.

Chat Whith Me
%d bloggers like this: