Dari Blog Jadi Buku

Dari Blog Jadi Buku – Ada pola yang salah ketika kita kejar mimpi ingin jadi penulis, tapi buku-buku tak kunjung berlahiran. Di mana-mana gembar-gembor soal menjulangnya mimpi ingin jadi penulis, tapi ternyata portofolio karya bukunya NOL. Malu, seharusnya ada rasa malu minimal pada diri sendiri. Jangan-jangan menggebunya semangat kita untuk dikenal sebagai penulis, justru ternyata telah menjadi penyakit pencitraan yang membunuh nama kita sendiri. Tong Kosong!!!

Sumber Gambar: pexels.com

Oh, bukannya ingin menyindir siapa pun. Kalimat-kalimat ini menunjuk pada diri saya sendiri. Saya sedang berceramah atas separuh diri saya yang lain, yang hanya selalu tertawa saat belahan lainnya berdarah-darah ingin mewujudkan mimpinya sebagai penulis. Dia menjadi racun yang sangat kuat bagi dirinya yang lain. Persoalan diri saya dengan dirinya yang lain.

Entahlah, apakah hal seperti ini terjadi juga pada orang lain. Terlepas dari berbagai prasangka itu, saya ingin menemukan titik temu antara harapan dengan kemalasan. Antara passion dengan hilang komitmen.

Cara Saya Mewujudkan Dari Blog Jadi Buku

Setelah bertemu dan sharing dengan beberapa teman penulis, saya menemukan sesuatu yang menarik. Meskipun sebagian besar dari mereka sama-sama pernah menimba ilmu kepenulisan di tempat yang sama atau di komunitas yang sama, ternyata masing-masing memiliki cara yang berbeda untuk mewujudkan karya tulisnya. Cara mereka melahirkan buku berbeda-beda.

Seorang teman rela resign dari pekerjaan kantoran untuk fokus menulis buku. Sehari-hari kegiatannya ya membaca buku, menulis naskah buku, nerbitin buku. Kegiatannya sudah terencana. Bulan ini naskah mana yang terbit, berapa yang antri terbit, berapa halaman naskah yang sedang dikerjakan, dan berapa ide yang akan digarap di bulan selanjutnya sudah ada di depan mata. Siklusnya sudah jelas, jadi hampir setiap bulan atau pertiga bulan ada naskah bukunya yang diterbitkan.

Berbeda dengan teman yang lainnya. dia seorang ibu rumah tangga dengan segala kesibukan mengurus anak dan keluarga. Dia juga aktif berjualan online, membina reseller, dan juga sesekali mengisi sharing tentang menulis. Di sela-sela kesibukan itu dia menyisihkan waktu khusus untuk menulis. Ternyata bukunya banyak juga yang terbit.

Melihat mereka, saya pernah bermimpi ingin meniru jejak mereka. Tetapi tentu saja sangat sulit untuk menjadi seperti mereka. Karena saya bukan mereka.

Baca juga artikel lainnya: Jangan Mimpi Jadi Blogger Sukses

Akhirnya saya coba cara saya sendiri. Saya coba belajar menulis dengan cara menulis di blog. Memang tidak seproduktif mereka, tapi saya merasa enjoy dengan cara ini. Lumayan, dari situ saya bisa merasakan manfaatnya. Beberapa tulisan true story saya lolos seleksi antologi dan dibukukan. Alhamdulillah.

Silakan kunjungi blog personal saya untuk mengetahui aktivitas saya dalam dunia literasi.

Saya masih memiliki mimpi untuk terus menulis dan menghasilkan karya buku yang lebih banyak. Oleh karena itu saya akan terus menulis di blog untuk mengasah kemampuan menulis. Begitulah cara saya mewujudkan harapan. Yaitu dengan cara menulis Dari Blog Jadi Buku.

Baca Juga:

  • Tips Menulis Artikel Blog Metode Piramida Tips Menulis Artikel Blog Dengan Metode Piramida - Ada beragam tips menulis artikel yang baik. Sebagian besar terkuak berdasarkan pengalaman masing-masing penulis. Ada yang melalui riset […]
  • Tips Menulis Judul dan Paragraf Pembuka Artikel Blog Tips Menulis Judul dan Paragraf Pembuka Artikel Blog - Jangan munafik, kalian pasti tergoda dengan judul yang nyleneh dan paragraf pembuka yang bikin merinding. Ibarat melihat cewek cantik […]
  • Teknik Menemukan Bahan Cerita Teknik Menemukan Bahan Cerita - Ada dua poin yang ingin saya sampaikan di postingan ini. Mohon perhatiannya sejenak. Kosongkan pikiran. Dan konsentrasi. Ini tentang tips menulis cerita. […]
  • Terhipnotis Facebook dan Instagram Terhipnotis Facebook dan Instagram - Coba deh sebutkan dua medsos yang paling sering kamu gunakan sehari-hari. Setelah itu coba tanyakan juga beberapa teman dengan pertanyaan yang sama. […]

Leave a Reply